Sejarah Jam Sholat Digital

Sejarah Jam Digital SHOLAT Masjid

Jam Digital SHOLAT Masjid mengingatkan sejarah ketertiban sholat nabi kita MUHAMMAD SAW.

Adzan adalah seruan bagi umat islam sebagai pertanda masuknya waktu sholat fardhu. Orang yang mengkumandangkan adzan disebut Muadzin. Jadwal waktu adzan/iqomah pada saat ini sudah berkembang dengan menggunakan teknologi masa kini seperti jadwal adzan digital yang biasanya terpampang  di jam digital masjid. Jadwal tersebut sudah diseting otomatis sesuai jadwal sholat beserta JamDigital SHOLAT Masjid.

Mengenai  Jam Digital SHOLAT Masjid , dalam musyawarah tersebut ada beberapa pendapat, ada yang berpendapat untuk mengibarkan bendera yang tinggi sebagai tanda waktu sholat telah datang. Dengan bendera yang berkibar sangat tinggi, diharapkan orang pada melihat dan memberitahukan kepada orang-orang muslimin. Ada yang mengusulkan dengan meniupkan terompet, yang biasa dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Demikian juga pada jadwal iqomah yang diseting setelah jadwal waktu sholat berselang beberapa menit. Semua aplikasi sudah ada disatu produk yaitu Jam Digital Masjid. Awal mulanya Adzan ditetapkan pada tahun kedua Hijriah. Suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengumpulkan  para sahabat untuk berkumpul mengadakan rapat mengenai bagaimana cara memberitahukan umat tentang waktu sholat dan berkumpul untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Ada juga yang menganjurkan dibunyikan lonceng, yang biasanya dilakukan oleh umat Nasrani. Ada lagi seorang sahabat yang mengusulkan setiap akan memasuki waktu sholat tiba, dengan segera menyalakan api pada tempat yang tinggi supaya orang-orang dapat melihat, setidaknya asapnya dapt terlihat oleh orang walaupun dari kejauhan, maka yang melihat api/asap itu, hendaklah menyampaikan ke orang dan datang sholat berjamaah di masjid.

Semua pendapat dan usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi. Namun, Dia mengganti lafal dengan assalatu Jami’ah (marilah sholat berjamaah). Sahabat Umar bin Khattab mengusulkan untuk menunjuk seseorang yang bertugas sebagai pemanggil kaum muslim pada setiap waktu sholat. Akhirnya usulan ini diterima oleh Nabi Muhammad SAW dan semua orang setuju.”Abu Daud mengisahkan bahwa Abdullah bin Abbas berkata: “Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku, aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng.

Jam Digital SHOLAT Masjid– Aku dekati orng itu dan bertanya kepadanya, “apakah ia bermaksud menjual lonceng itu? jika memang begitu, aku memintanya untuk menjual kepadaku saja”. orang tersebut justru bertanya, “untuk apa?” Aku menjawabnya,” Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslimin untuk melaksanakan sholat”.

Orang itu berkata lagi,”Maukah kamu kuajari cara yang lebih baik? dan aku menjawab, “ya” dan Dia berkata dengan suara yang lantangketika esoknya aku bangun, dan aku menemui Nabi Muhammad SAW dan menceritakan hal mimpinya kepadanya, kemudian Nabi Muhammad SAW berkata, “Itu mimpi yang nyata. berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucap kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang lantang. “Lalu Akupun melakukan hal itu bersama Bilal.” Nampaknya mimpi serupa juga dialami oleh Umar dan diceritakan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa dalam Hadits tersebut terjadi pada tahun pertama Hijriah (622 M) di Madinah.

Jam sholat digita dilengkapi dengan detik jadi lebih akurat, Dan dilengkapi dengan remote sehingga mudah dalam setiing program.